Kapan Papua Merdeka?

- Jawaban Juru Bicara Internasional Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) April 2000

Pertanyaan yang sering dan banyak diajukan oleh orang Papua generasi dulu, generasi sekarang dan akan terus dipertanyakan oleh setiap generasi sepanjang West Papua berjuang untuk memperoleh kedaulatan dari tangan penjajah. Pertanyaan ini secara khusus diajukan oleh seorang Kepala Sekolah Dasar yang telah lama mengajar, hampir seumur hidupnya di pedalaman Tanah Papua bagian Barat.
Dari pertanyaannya jelas tergambar sebuah bayangan atau harapan akan disebutkan tanggal, atau bulan atau paling tidak tahun berapa.
Akan tetapi jawaban yang sebenarnya TIDAK DALAM BENTUK WAKTU, melainkan tanda-tanda, sama persis dengan waktu kiamat yang selama ini digambarkan. Kenapa demikian?
Karena kemerdekaan ialah sebuah kondisi, sebuah keadaan, sebuah situasi di mana bangsa Papua akan merasakan terlepas dari penjajahan NKRI, pendudukan asing, pembunuhan, teror dan intimidasi.
Menurut hemat kami, "kemerdekaan" itu atau "Papua Merdeka" itu sebagian sudah terwujud sementara NKRI masih ada, tetapi akan menjadi sempurna atau rampung pada saat NKRI angkat kaki dari Tanah Papua.
Agar supaya NKRI angkat kaki, maka orang Papua harus bersatu, baik yang ada di dalam pemerintahan, parlemen kolonial ataupun yang ada di rimba raya New Guinea semuanya di kota dan di kampung, di perantauan dan di pengasingan, semuanya harus berbicara satu bahasa, berpikir satu pikiran, dan tidak saling menghambat, apalagi saling menghabisi.
Tanda-tanda Papua Merdeka secara leterlek, atau secara fisik atau secara politik secara kasar dapat dipantau dari banyak aspek dan hal, tetapi paling pokok seperti berikut:

  1. Perjuangan dari generasi ke generasi masih ada terus, tak pernah padam. Dan dari negerasi ke generasi selalu ada terobosan baru dan peningkatan dalam perjuangan menandakan kemerdekaan semakin dekat. Sebaliknya, kalau para pejuang memutar lagu lama, bermain dalam politik yang sama, maka kemerdekaan justru semakin jauh;
  2. Opini dunia. Jadi, di sini bukan dukungan, tetapi opini saja. Artinya begitu semakin banyak orang di dunia tahu, dan terbangun opini, bahwa ada perjuangan kemerdekaan di Papua bagian Barat, atau New Guinea Bari pendudukan NKRI, maka itu sudah cukup membantu kemerdekaan West Papua.
  3. Dukungan masyarakat awam di seluruh dunia menunjukkan perjuangan kita semakin mendekati sasaran.  Bandingkan sejak tahun 2000 dengan sebelumnya. Kini dukungan masyarakat internasional sudah banyak mengalir.
  4. Dukungan para politisi internasional, LSM internasional sudah banyak berdatangan. Jadi, dari masyarakat umum, sudah memasuki areal politik Walaupun belum ada keputusan resmi negara, tetapi yang memutuskan di dalam negara ialah para politisi, dan para politisi pada tahapan ini sudah mulai berbicara dan ada yang sudah mendukung Papua Merdeka. Itulah sebabnya kita punya IPWP (International Parliamentarians for West Papua).
  5. Dukungan regional dari MSG dan Vanuatu, PNG sudah mulai berumunculan. Bandingkan saja dengan kemerdekaan Timor Leste ditentukan oleh dukungan negara-negara bekas jajahan Portugis dan Portugal sendiri sebagai negara Merdeka.
  6. OPM harus berdiri secara jelas, terstruktur dan terorganisasi baik. Ini bukan WPNCL, bukan ULMWP, bukan KNPB, bukan PNWP, tetapi OPM (Organisasi Papua Merdeka).
  7. Setelah OPM terorganisir, maka sayap militer dibenahi secara terstruktur, walaupun dalam berbagai panglima tetapi semua haruslah bertumpu kepada satu keputusan politik, satu cita-cita, satu corong politik, yaitu OPM.
  8. Pada saat itulah dukungan resmi dari negara atau pemerintah di luar Melanesia akan berdatangan.
  9. Kalau ini yang terjadi, perjuangan Papua Merdeka memiliki moncong yang jelas, maka akan terbuka peluang untuk  perundingan, BUKAN Dialogue antara NKRI dan West Papua (OPM). Kalau pendekatan ini tidak, maka akan terjadi peperangan terakhir dengan pengorbanan nyawa besar-besaran, sampai kekuatan asing turun-tangan menghentikannya.

Nah, sampai ke sembilan point ini, sampai di manakah perjuangan kita, atau tahapan kemajuan kita? Renungkan dan jawab sendiri.
Nah, ini baru satu pendekatan, baru satu skenario.  Masih ada skenario lain, tetapi dari semua yang terjadi belakangan ini, skenario inilah yang paling dapat diduga akan terjadi. Kuncinya ada di Orang Papua, yaitu orang Papua di PNG dan orang Papua di West Papua, orang Papua di pemerintah NKRI dan orang Papua di Rimba Raya, orang Papua di pengasingan dan ornag Papua di perantauan (Jawa, dsb). Kunci-nya tidak ada di London, New York, Canberra, Jakarta, dll. Jawabannya ada di Port Numbay dan Port Moresby, ditopang oleh pucuk segitiga Port, yaitu Port Vila.