Hello world! Ini Yikwanak dari Rimba New Guinea

Dari Rimba New Guinea, Yikwanak Kole mau sampaikan “Salam Hormat!”, “Salam Jumpa kembali!” dan “Salam juang!” Banyak hal telah terjadi dalam kehidupan ini, yang membawa saya kepada posisi hari ini, sebagai seorang manusia, yang pernah dilahirkan ke muka Bumi ini, oleh seorang ibu bermarga Yikwa. Bagi kita semua yang dilahirkan dari kandungan seorang perempuan Yikwa,… Continue reading Hello world! Ini Yikwanak dari Rimba New Guinea

Pada Hari ini Saya Mengampuni Orang Indonesia….

Ya. saya mengampuni orang Indonesia, siapapun Anda Biarpun Anda telah berpikiran tidak perdulu terhadap bangsaku; Biarpun Anda telah membiarkan militer dan polisi Inodnesia bersikap kejam terhadap bangsa-ku; Biarpun Anda merasa gemas dan ganas melihat tuntutan bangsa Papua sebagai jalan keluar untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan NKRI dengan segala dampaknya terhadap kehidupan di pulau New… Continue reading Pada Hari ini Saya Mengampuni Orang Indonesia….

Pada Hari Paskah ini, Saya Sekali Lagi Mengasihi Anda Semua Tanpa Syarat

Dan Sebagai Bukti Kasih Itu Saya Nyatakan, “Saya Mengampuni Semuanya dan Segalanya” Karena saya bertanggung-jawab dan berkewajiban melakukan hal ini dalam mensyukuri yang telah dilakukan Yesus Kristus di kayu salib, dan yang dilakukan Allah Bapa dengan mengirim anak-Nya yang tunggal itu supaya saya secara pribadi yang percaya tidak binasa melainkan saya beroleh hidup yang kekal,… Continue reading Pada Hari Paskah ini, Saya Sekali Lagi Mengasihi Anda Semua Tanpa Syarat

3 Alasan Saya Percaya Papua telah Merdeka

Ada tiga alasan saya percaya Papua telah merdeka. 1. Alasan UUDS Alasan yang pertama ialah karena Wet Papua telah memiliki Undang-Undang Dasar (UUD) yang saat ini disebut Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS), dan dijalankan untuk sementara waktu oleh Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang bertindak sebagai Presiden Sementara/ Interim President. Siapapun di dunia… Continue reading 3 Alasan Saya Percaya Papua telah Merdeka

Sama persis dengan menerangi suatu tempat tidak dengan mencari-cari gelap, akan tetapi dengan membawa terang, maka kegelapan itu dengen sendirinya akan lenyap.

Oleh karena itu melihat kebenaran dengan cara mendaftarkan dan menyoroti kesalahan, atau apa yang dianggap salah adalah cara jitu mengotori dan menyalahkan diri sendiri.

Karena orang kebenaran tidak pernah dan tidak dapat bersatu dengan kesalahan dan kebenaran tidak pernah mengenal apalagi membahas kesalahan.